Pembuatan koloid berikut ini yang tidak tergolong cara kondensasi adalah?

Jawaban | Pembuatan koloid berikut ini yang tidak tergolong cara kondensasi adalah

Advertisements

Pertanyaan:

Pembuatan koloid berikut ini yang tidak tergolong cara kondensasi adalah?

  1. pembuatan sol As2S3 dengan mereaksikan larutan As2S3 dengan larutan H2S
  2. pembuatan sol Fe(OH)3 dengan hidrolisis larutan besi (III) klorida
  3. pembuatan sol amilum dengan memanaskan suspensi amilum
  4. pembuatan sol emas dengan mereduksikan suatu garam emas
  5. pembuatan sol belerang dengan mengalirkan gas H2S ke dalam larutan SO2

Jawaban Yang Benar: c. pembuatan sol amilum dengan memanaskan suspensi amilum

Penjelasan Singkat

pembuatan sol amilum dengan memanaskan suspensi amilum bukanlah metode kondensasi, melainkan metode dispersi atau desintegrasi.

Proses ini melibatkan pemecahan butiran amilum menjadi partikel-partikel yang lebih kecil melalui pemanasan, yang kemudian membentuk koloid amilum. Jadi, jawaban yang benar adalah opsi c.

Penjelasan & Alasan Mengapa jawaban c Yang benar

rumus kimia

Pembuatan sol amilum dengan memanaskan suspensi amilum adalah salah satu metode untuk menciptakan koloid, dan metode ini termasuk dalam kategori dispersi atau desintegrasi. Untuk lebih memahami mengapa jawaban c menjadi yang benar, mari kita jelaskan proses tersebut dengan lebih rinci.

Sebagai awal, kita perlu memahami apa itu koloid. Koloid adalah sistem dispersi yang terdiri dari partikel-partikel kecil yang terdispersi dalam medium pendispersi.

Partikel-partikel ini bisa terdiri dari molekul-molekul, ion-ion, atau butiran-butiran yang memiliki ukuran di kisaran 1 nanometer hingga 1000 nanometer. Sol amilum merupakan contoh koloid yang terdiri dari partikel-partikel kecil dari amilum yang terdispersi dalam medium cair.

Pembuatan sol amilum melibatkan proses disebut dispersi, yang pada dasarnya adalah proses pemecahan suatu bahan menjadi partikel-partikel yang lebih kecil dan tersebar merata dalam medium. Dalam kasus ini, amilum, yang awalnya terdapat dalam bentuk butiran atau tepung yang kasar, diubah menjadi partikel-partikel yang lebih kecil melalui pemanasan.

Ketika suspensi amilum dipanaskan, molekul-molekul amilum mulai mengalami perubahan. Amilum adalah polimer karbohidrat yang terdiri dari rantai panjang molekul glukosa.

Pemanasan menyebabkan molekul-molekul ini untuk melepas air dan mengalami gelatinisasi, di mana strukturnya berubah menjadi bentuk yang lebih kental dan larut dalam air. Selama proses ini, terbentuklah partikel-partikel kecil dari amilum yang mendispersikan dalam medium cair (biasanya air), membentuk sol amilum.

Langkah ini termasuk dalam metode dispersi karena melibatkan pemecahan butiran amilum menjadi partikel-partikel kecil yang terdispersi dalam medium cair. Proses gelatinisasi amilum ini menghasilkan koloid amilum yang stabil, di mana partikel-partikel kecilnya tetap terdispersi dalam air dan tidak terurai atau mengendap.

Metode ini cukup umum digunakan karena sifat dispersi memberikan kelebihan tertentu. Salah satunya adalah meningkatkan luas permukaan partikel, sehingga memudahkan interaksi dan reaksi dengan medium sekitarnya.

Dalam konteks pembuatan sol amilum, partikel-partikel kecil amilum yang terbentuk dapat memberikan sifat koloid seperti kejernihan, kestabilan, dan kemampuan untuk berinteraksi dengan zat-zat lain.

Selain itu, proses ini relatif sederhana dan dapat dilakukan dengan mudah di laboratorium atau bahkan di rumah dengan menggunakan alat sederhana seperti pemanas. Dispersi amilum dalam air juga memungkinkan untuk penggunaan yang lebih mudah dalam berbagai aplikasi, seperti dalam industri makanan dan farmasi.

Penting juga untuk dicatat bahwa proses pembuatan sol amilum ini bukanlah proses kondensasi. Dalam konteks kimia koloid, kondensasi umumnya mengacu pada proses di mana partikel-partikel koloid terbentuk melalui penggabungan molekul-molekul yang lebih kecil.

Namun, dalam kasus pembuatan sol amilum, kita lebih berfokus pada proses dispersi, di mana amilum yang lebih besar diubah menjadi partikel-partikel kecil yang terdispersi dalam air.

Kesimpulan

Dengan demikian, jawaban c menjadi yang benar karena proses pembuatan sol amilum melibatkan pemecahan butiran amilum menjadi partikel-partikel kecil melalui pemanasan, menciptakan koloid yang bermanfaat dan dapat diterapkan dalam berbagai bidang, dari industri makanan hingga farmasi.

Dispersi amilum dalam bentuk sol amilum juga memberikan pemahaman yang lebih baik tentang sifat dan perilaku koloid, yang pada gilirannya mendukung pemahaman lebih luas tentang kimia dan fisika materi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *